
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur telah resmi berakhir. Insiden maut yang melibatkan tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek ini menelan 14 korban jiwa dan 84 orang luka-luka.
Pihak berwenang memastikan seluruh proses evakuasi telah rampung dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi data terkini mengenai jumlah korban dalam tragedi ini. Mayoritas korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di delapan rumah sakit rujukan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menambahkan, tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri telah bekerja maksimal, meski menghadapi tantangan akibat posisi gerbong yang terjepit.
Syafii juga memastikan bahwa hingga saat ini sudah tidak ada lagi korban di lokasi kejadian. Namun, prosedur pembersihan tetap dilakukan dengan ketelitian tinggi.
Sementara itu, operasional di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih dibatasi. PT KAI tengah berupaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi rel, persinyalan, hingga jaringan listrik aliran atas (LAA) sebelum stasiun kembali dibuka normal untuk melayani masyarakat.



