
Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini ‘Jakarta Siaga’ cuaca ekstrem. Warga diminta siaga banjir jika curah hujan tinggi.
Pemprov DKI menyebut banjir berpotensi terjadi lagi jika curah hujan di atas 150 mm/hari. Pemprov DKI menyatakan telah mengambil berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, antara lain modifikasi cuaca, pengerukan kali dan waduk higga normalisasi sungai.
Warga diminta segera menghubungi 112 jika mengalami kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. Selain itu, warga diimbau menyiapkan tas darurat bencana, mengecek titik evakuasi terdekat dan memantau informasi cuaca secara rutin.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan dirinya telah meminta operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan lebih dini guna mengantisipasi potensi curah hujan tinggi 11 hingga 20 Maret 2025. Permintaan itu disampaikan Pramono setelah berkomunikasi dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.
Dia mengatakan modifikasi cuaca telah dilakukan secara bertahap. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi dampak curah hujan tinggi dengan mengarahkan hujan agar turun di wilayah laut.



