
PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan rute Fatmawati–Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai bagian dari proyek pembangunan MRT Jakarta fase empat yang direncanakan mulai diputuskan pada Agustus 2026.
Jalur ini dirancang sepenuhnya berada di bawah tanah (full underground). Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan rute tersebut masuk dalam konsep loop line yang menghubungkan kawasan Fatmawati, Kampung Rambutan, hingga TMII.
Dalam tahap perencanaan, MRT Jakarta juga melakukan komunikasi intensif dengan wilayah penyangga untuk memperkuat konektivitas transportasi antardaerah di Jabodetabek.
Menurut Tuhiyat, langkah tersebut penting untuk mencegah penumpukan lalu lintas yang semakin parah di Jakarta.
Rute MRT Fatmawati–TMII direncanakan akan melintasi 10 stasiun, yakni: Fatmawati-Antasari-Ampera -Warung Jati- Tanjung Barat- Ranco -Jalan Raya Bogor- Tanah Merdeka -Kampung Rambutan –TMII.
Jalur ini akan terhubung dengan MRT Fase 1 Lebak Bulus–Bundaran HI, sekaligus terintegrasi dengan moda transportasi publik lain seperti LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, dan Transjakarta.
Berbeda dengan fase-fase sebelumnya, proyek MRT Jakarta fase empat direncanakan tidak lagi menggunakan pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pembangunan jalur ini akan dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus memperluas partisipasi sektor swasta dalam pengembangan transportasi massal Jakarta.



