
Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober mendatang. Turnamen baru bentukan FIFA ini akan dipusatkan di Jakarta dan Bandung.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dipastikan menjadi venue pertandingan turnamen tersebut.
Kepastian ini disampaikan usai dilakukannya rapat lintas sektor yang dipimpin oleh Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Kemenpora, Senin (10/8/2026). Rapat ini turut dihadiri pihak PSSI, Polri, hingga Pemda Jawa Barat.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026. Turnamen dibagi menjadi dua divisi, yakni Premier Division yang digelar di Indonesia dan Challenge Division di Hong Kong.
Premier Division diikuti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina serta sejumlah tim lainnya. Sementara Challenge Division diisi Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Hasil pengundian menempatkan Timnas Indonesia di Grup A Premier Division bersama Malaysia, India, dan Singapura. Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina.
Sementara di Challenge Division, Grup A terdiri atas Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Grup B dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Format kompetisi juga membuat setiap pertandingan menjadi krusial. Juara grup langsung melaju ke final tanpa melalui babak semifinal. Dengan demikian, setiap tim dituntut tampil konsisten sejak laga pertama.
FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki nilai penting bagi Timnas Indonesia karena turnamen tersebut masuk dalam kalender FIFA Matchday.
Erick mengatakan status tersebut memungkinkan skuad Garuda memiliki peluang lebih besar untuk diperkuat para pemain terbaik Indonesia yang berkarier di luar negeri.
Dengan statusnya sebagai bagian dari kalender FIFA Matchday, turnamen ini juga membuka peluang bagi John Herdman untuk mendapatkan kekuatan terbaik skuad Garuda.



