
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menjalin kolaborasi dengan band D’Masiv dalam hak penamaan (naming rights) Halte Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dengan kerja sama yang dilakukan, halte tersebut kini resmi berganti nama menjadi Halte Petukangan D’Masiv.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi Transjakarta untuk menjadikan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Ia menyampaikan, Transjakarta terus mengembangkan strategi 3S: Service, Strategic Partnership dan Sustainability, sebagai bagian dari upaya mendukung Jakarta menjadi kota global serta pusat perekonomian nasional dan regional.
Welfizon menjelaskan, salah satu wujud dari Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis ini adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan D’Masiv, untuk menjadikan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Ia mengatakan, D’Masiv bukan hanya sekadar band ternama di Indonesia, tetapi juga memiliki visi untuk menginspirasi, mengedukasi, dan berkontribusi bagi masyarakat serta lingkungan.
Dengan popularitasnya, D’Masiv diyakini dapat menjadi duta yang efektif dalam mengampanyekan transportasi publik serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu-isu sosial dan lingkungan.
Vokalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta mengaku bangga dengan kerja sama yang terjalin ini. Ia mengenang perjalanan bandnya yang berawal dari kawasan Ciledug, dekat dengan halte yang kini diberi nama sesuai nama band mereka.
Ia juga berharap kolaborasi ini bisa mengajak lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menggunakan transportasi umum.
Rian menambahkan, kolaborasi ini menjadi hadiah spesial bagi D’Masiv yang merayakan ulang tahun ke-22, pada 3 Maret 2025. Ia berharap, kolaborasi antara Transjakarta dan D’Masiv ini dapat memperkuat keterlibatan berbagai sektor dalam menciptakan perubahan positif bagi Jakarta.



