Follow Us

ENTERTAINMENT

Music, News, Traveling, Movie

ENTEX

Cegah Penularan Virus Nipah di Indonesia, Kemenkes RI dan WHO Imbau Masyarakat Teliti Konsumsi Buah

Belakangan ini, laporan kenaikan virus Nipah di India kembali mengkhawatirkan masyarakat, termasuk di Indonesia.

Meski jaraknya jauh dan belum ditemukan korban terinfeksi di tanah air, masyarakat perlu tetap waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan agar senantiasa aman dari risiko infeksi.

Virus Nipah (NiV) merupakan infeksi berbahaya yang dapat menyebabkan peradangan otak serius. Virus ini bersifat zoonosis, artinya menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai pembawa atau inang alaminya.

Selain dari hewan, manusia juga dapat ikut tertular jika mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kelelawar, atau melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah terinfeksi.

Gejala awal dari virus ini biasanya muncul dalam rentang waktu 4 hingga 14 hari setelah terpapar. Gejalanya yang mirip dengan flu biasa seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga radang tenggorokan, yang sering kali mengecoh masyarakat.

Padahal dapat berakibat fatal karena dampaknya bisa berlanjut pada pembengkakan otak yang berujung kematian dalam waktu 24 sampai 48 jam.

Untuk memutus rantai penularannya, Kemenkes RI dan WHO menekankan beberapa langkah penting yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Hindari mengonsumsi buah bekas gigitan hewan terutama kelelawar, meski hanya sedikit, lebih baik segera dibuang.
  • Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi.
  • Batasi kontak fisik dengan hewan yang tampak sakit atau kelelawar. Gunakan alat pelindung diri apabila terpaksa harus melakukan kontak.
  • Batasi akses kelelawar pada sumber makanan terutama buah-buahan.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai virus selain Nipah.
  • Gunakan pelindung saat merawat pasien.

Meskipun virus Nipah dinilai tidak menular secepat dan semasif COVID-19, risikonya justru lebih mematikan karena sifatnya yang langsung menyerang saraf pusat.

Adanya laporan kenaikan kasus di luar negeri bukan berarti kita bisa bersantai, tetapi juga tidak perlu merasa khawatir berlebihan hingga memicu gangguan kecemasan.

Kuncinya adalah tetap waspada dan segera melakukan pemeriksaan diri jika mengalami gejala mencurigakam setelah kembali dari wilayah terdampak.

Play Video

Get Motivated By Working On Your Passion

I Struggle With Confidently Pricing My Services

Related Post

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
Scroll to Top