
Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NMC) Hussein Al-Qahtani mengatakan ibadah haji pada tahun 2025 ini akan menjadi ibadah haji terakhir di musim panas.
Al-Qahtani mengatakan pada 2026 akan menandai dimulainya musim semi selama delapan tahun berturut-turut. Ini diikuti oleh delapan tahun berikutnya dimana ibadah haji akan dilaksanakan pada musim dingin.
Dimulai tahun 2026, ibadah tahunan Islam akan bergeser ke musim yang semakin dingin pertama ke musim semi dan akhirnya ke musim dingin karena pergeseran kalender lunar Islam secara bertahap.
Pergeseran ini, yang didorong oleh kemunduran kalender tahunan selama 10 hari, merupakan perubahan yang disambut baik oleh jutaan peibadah yang telah mengalami panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
Selama haji 2024, suhu di Makkah melonjak antara 46°C dan 51°C, mengakibatkan lebih dari 2.760 kasus sengatan panas dilaporkan dalam satu hari, bersama dengan beberapa kematian terkait panas.
Menurut NMC, haji akan jatuh selama bulan-bulan musim semi dari tahun 2026 hingga 2033, sebelum memasuki siklus musim dingin yang panjang hingga tahun 2041.



