
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Minggu (4/5/2025) pukul 14.28 WIB. Terminal yang baru direvitalisasi BUMN InJourney Airports tersebut dikhusukan untuk melayani penerbangan haji dan umrah.
Sebagai informasi, Terminal 2F kini memiliki kapasitas hingga 2,5 juta pax per tahun dan diharapkan dapat memberikan layanan haji dan umrah lebih maksimal.
Kepala Negara menuturkan, di tahun ini jemaah haji sudah hampir mendekati 2,2 juta sehingga sangat diperlukan pelayanan yang lebih optimal untuk jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah haji yang sudah lanjut usia.
Terminal Haji dan Umrah 2F memiliki luas 27.418 meter persegi dan tiga lantai. Kapasitas terminal ini mencapai 6,1 juta penumpang per tahun. Lantai dasar digunakan untuk kedatangan jemaah dari tanah suci, dilengkapi area imigrasi, baggage claim, baggage make up, food court seluas 2.930 meter persegi, serta area penghubung transportasi darat (curbside).
Lantai satu difungsikan untuk keberangkatan, dilengkapi area curbside, check-in hall, security check point (SCP), imigrasi keberangkatan, dan ruang tunggu pengantar seluas 2.560 meter persegi. Sementara lantai dua menjadi lokasi masjid dengan luas 3.136 meter persegi.
Selain itu, terminal ini dilengkapi fasilitas Makkah Route, yakni layanan keimigrasian Arab Saudi yang memungkinkan proses imigrasi dilakukan langsung di Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan, sehingga tidak perlu lagi dilakukan di bandara tujuan di Arab Saudi.
Terminal ini juga menyediakan area tunggu jemaah seluas 4.158 meter persegi, area manasik, area pengantar seluas 10.000 meter persegi, serta area penjemputan bus yang mampu menampung hingga 12 unit bus jemaah. Diterapkan pula teknologi layanan dan penghijauan lansekap untuk mendukung operasional terminal.
InJourney Airports menyatakan bahwa keberadaan terminal khusus ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi Bandara Soekarno-Hatta dalam meningkatkan kapasitas dari 56 juta menjadi 94 juta penumpang per tahun, sekaligus menghemat potensi investasi hingga Rp14 triliun.



