Follow Us

ENTERTAINMENT

Music, News, Traveling, Movie

ENTEX

Review Film Noise “Kebisingan Yang Mengancam Serta Terjadinya Pembunuhan Beruntun”

Seorang wanita dengan gangguan pendengaran dihantui oleh suara-suara yang terkait dengan hilangnya sang adik dan kehadiran roh jahat. Semua itu membawanya pada sebuah rahasia kelam dan terungkapnya sosok misterius.”
Salah satu aspek paling berkesan dari Noise bagi saya, bahkan masih terngiang saat keluar dari bioskop, adalah… suaranya.

Tak mengherankan, mengingat judul film ini sendiri sudah Noise, menyiratkan bahwa elemen suara akan menjadi fokus utama.

Sepanjang film, kita disuguhi suara-suara yang sebenarnya familiar, namun dikemas dalam konteks yang jauh lebih mencekam. Salah satu yang paling menonjol adalah suara langkah kaki menghentak dari lantai atas kamar apartemen, jenis suara yang mungkin terdengar biasa saja, apalagi kalau kamu pernah apes punya tetangga berisik. Tapi di sini, suara itu berubah menjadi ancaman.

Selain itu, ada pula suara-suara lain yang sengaja dirancang untuk membuat penonton tidak nyaman: denging tajam yang disisipkan di momen-momen strategis, hingga suara yang lebih ke supernatural.

Diperdengarkan lewat sistem suara bioskop, keseluruhan elemen ini menjadikan pengalaman menonton Noise bukan hanya menegangkan secara visual, tapi juga menekan secara audio, meninggalkan sensasi tak nyaman yang justru memperkuat atmosfer horor film ini.
Salah satu hal yang saya sukai dari Noise adalah cara film ini mengaburkan batas antara kegilaan dan horor supernatural.
Kehilangan sang adik secara misterius (tanpa jejak yang jelas) dan gangguan supernatural membawa dampak psikologis yang perlahan menggerus ketenangan sang tokoh utama. Kita melihat bagaimana teror demi teror mulai memengaruhi persepsinya: ada momen-momen ketika apa yang terlihat di layar terasa nyata, lalu tiba-tiba berubah, membuat kita mempertanyakan, apakah itu benar-benar terjadi atau hanya ilusi yang diciptakan pikirannya yang terguncang.

Dan yang menarik, mungkin yang gila bukan hanya dia.

Nuansa horor terasa oleh elemen visual yang menggambarkan ketegangan hidup dalam ruang terbatas. Pintu apartemen yang dipenuhi catatan marah dari salah seorang tetangga misterius, seperti, “Aku menderita. Apa kau pikir ini lelucon?” dan “Tolong diam, sebelum kuhancurkan mulutmu.” Detail-detail ini menekankan bagaimana gangguan suara bisa menjadi awal dari teror psikologis yang intens.

Akting Lee Sun Bin patut diapresiasi. Ia mampu tampil berbeda dari peran-peran selama ini. Biasanya ia memerankan sosok ceria dan humoris. Dalam film ini, ia menjadi sosok Joo Young yang penuh ketakutan, trauma, dan tekad untuk menemukan sang adik. Dengan ekspresi wajah ketakutan, Ia berbisik meyakinkan dirinya untuk tetap tenang, hingga menangis sambil memegang pamflet pencarian sang adik.

Pujian disampaikan sang sutradara Kim Soo Jin pada Lee Sun Bin, menyebut bahwa ia mampu langsung memahami kedalaman karakter sejak pertama kali membaca naskah. “Ia menunjukkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah terlihat sebelumnya,” pujinya.

Selain Lee Sun Bin, film ini juga di bintangi oleh Kim Min Seok sebagai Ki Hoon, Han Soo Ah sebagai Joo Hee, dan Ryu Kyung Soo sebagai pria mencurigakan di lantai bawah.

Seiring berjalannya cerita, muncul kesan bahwa apartemen tempat tinggalnya juga menyimpan luka psikologis kolektif. Gangguan suara seolah menjadi pemicu bagi kegilaan tersembunyi yang perlahan merusak mental para penghuni.

Evoto

Yang jelas, horor dalam Noise tak hanya datang dari bisikan dan denging menyeramkan. Sang protagonis juga dihadapkan pada kenyataan pahit yang lebih nyata: aparat yang tak bisa banyak membantu tanpa bukti, pemilik apartemen yang lebih peduli pada citra dan renovasi gedung, hingga tetangga-tetangga dengan perilaku yang mencurigakan dan kadang mengganggu.

Gabungan antara tekanan psikologis, elemen gaib, dan konflik sosial inilah yang membuat Noise terasa mencekam bukan hanya sebagai film horor, tapi juga sebagai potret gangguan mental berjamaah yang merambat pelan namun pasti.

Evoto

Bagaimana menarik dari film ini adala mencampurkan elemen supernatural dengan kegilaan secara halus. Beberapa adegan membuat kita bertanya-tanya: apakah yang terlihat itu benar-benar makhluk gaib? Atau justru hasil dari tekanan mental sang tokoh utama?

Dari segi plot, Noise juga belum menawarkan sesuatu yang benar-benar mencengangkan. Penokohan mayoritas karakternya pun terasa agak datar, tidak cukup kuat untuk membangun keterikatan emosional yang lebih dalam.

Meski begitu, Noise tetap layak masuk daftar tontonan horor but kamu, terutama jika ditonton bareng teman. Pengalaman audio yang imersif di bioskop jelas akan memperkuat rasa tegang dan mencekam, dan tentu saja, bikin sesi nobar jadi lebih seru karena kamu bisa takut-takutan bareng!

Play Video

Get Motivated By Working On Your Passion

I Struggle With Confidently Pricing My Services

Related Post

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
Scroll to Top