
Film ini mengisahkan tentang agen CIA, Avery Graves (Kate Beckinsale), yang menjalankan misi rahasia untuk mengambil barang di Tokyo, Jepang. Misi tersebut berhasil, di mana ia menghabisi Kenji (Masayoshi Haneda) di tempat persembunyiannya.
Setelah itu, Avery kembali ke Amerika Serikat untuk berkencan romantis dengan suaminya (Rupert Friend), yang memiliki keahlian memasak. Namun, nasib buruk menimpanya ketika ia menemukan rumahnya sudah digeledah dan suaminya diculik.
Pelaku menghubunginya melalui nomor yang tidak dikenal dan meminta Avery untuk membawa file Canary Black yang tersembunyi dalam gigi seorang narapidana. Dari sinilah misi berbahaya demi menyelamatkan suaminya dimulai. Berikut adalah ulasan film Canary Black.

Untuk mencapai tujuannya, Avery Graves berani mengakses informasi rahasia milik negara. Tindakan Avery Graves diketahui oleh Direktur CIA Nathan Evans (Ben Miles), yang kemudian menjadikannya sebagai buronan berbahaya bagi Pemerintah AS.
Agen Maxfield (Jaz Hutchins) ditugaskan untuk menangkap Avery Graves. Sementara itu, Avery Graves menghubungi beberapa orang untuk mencari tahu lokasi penculiknya, termasuk dua orang yang ahli di bidangnya, yaitu peretas handal Sorina (Romina Tonkovic) dan Hendrick (Arben Bajraktaraj).
Bagi penggemar film agen rahasia seperti seri James Bond, Jason Bourne, atau yang paling mirip, Salt yang dibintangi Angelina Jolie, pasti tidak akan kesulitan mengikuti cepatnya perkembangan cerita tokoh utama.

Selain itu, ada prinsip penting yaitu trust no body. Jangan mudah percaya pada karakter pendukung; selalu pertanyakan motif mereka dan jangan menerima begitu saja konflik yang ditampilkan, karena terdapat banyak kemungkinan di baliknya.
Terakhir, yang tak kalah penting, adalah untuk tidak terjebak pada nama. Di dunia penyamaran, siapa pun dapat bertransformasi menjadi siapa saja dengan identitas dan profesi yang berbeda.
Nama menjadi kurang signifikan dalam dunia mata-mata, termasuk dalam film Canary Black. Sineas Pierre Morel sangat memahami cara mengatur ritme film ini, sehingga dalam durasi 103 menit, penonton dapat merasakan berbagai emosi tanpa merasa mengantuk di kursi bioskop. Pengalaman Pierre Morel di genre aksi memang sangat mumpuni.

Ia pernah meraih kesuksesan box office bersama Liam Neeson dalam film Taken. Selain itu, ia juga pernah bekerja dengan John Travolta di From Paris With Love dan John Cena di Freelance. Oleh karena itu, struktur penceritaan dalam Canary Black bisa dibilang sangat teratur dan efektif.
Kate Beckinsale tampil sangat mengesankan di bawah arahan Pierre Morel. Aksinya di awal film terasa sangat meyakinkan dan mampu menimbulkan ketegangan. Dengan koreografi aksi yang menarik dan pergerakan kamera yang dinamis, bagian pembuka film ini memang sangat memikat. Dalam dunia film aksi, Kate Beckinsale jelas bukan pendatang baru. Hal ini terbukti dari keterlibatannya dalam waralaba seperti Underworld, Van Helsing, dan Total Recall. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Kate Beckinsale berperan sebagai agen CIA paling mematikan yang selalu berhasil dalam setiap misinya.

Keputusan besar Avery Graves untuk mengambil tindakan nekat demi suaminya didasari oleh alasan yang kuat. Tanpa sosok ayah dan ibu, suaminya adalah satu-satunya yang dimilikinya. Jika yang terkasih direnggut, maka wajar jika tokoh utama film ini berani bertindak demikian.
Chemistry antara Rupert Friend dan Kate Beckinsale di awal film terasa sangat alami, mencerminkan kedewasaan dan penerimaan di antara mereka. Hampir tanpa prasangka. Justru penonton, terutama yang sering menyaksikan film spionase, yang mungkin memiliki prasangka aneh tentang insiden penculikan ini.



