Follow Us

ENTERTAINMENT

Music, News, Traveling, Movie

ENTEX

Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Gelombang Kedua Diprediksi 28-29 Maret

Pemerintah mulai mematangkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan terkendali di tengah meningkatnya mobilitas pascalibur Idulfitri.

Dari hasil peninjauan, arus balik mudik gelombang I yang berlangsung pada 24–25 Maret dinilai berjalan relatif lancar.

Pemerintah mencatat bahwa kelancaran arus balik gelombang pertama tidak lepas dari kebijakan flexible working arrangement (FWA) yang diimbau kepada masyarakat. Skema ini dinilai mampu mendistribusikan waktu perjalanan pemudik sehingga tidak menumpuk dalam satu periode tertentu.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi lonjakan pada gelombang kedua, mengingat masih banyak masyarakat yang menunda perjalanan karena fleksibilitas kerja tersebut.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada 28–29 Maret, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional yang akan diberlakukan secara situasional.

Selain itu, pengelolaan rest area dilakukan dengan sistem buka-tutup guna menghindari penumpukan kendaraan di titik istirahat. Pemerintah juga membatasi operasional kendaraan berat sumbu tiga selama periode arus balik untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

Dikutip dari humas.polri.go.id, arus balik mudik Lebaran 2026 gelombang kedua diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret, seiring mendekatnya akhir masa cuti bersama. Gelombang ini merupakan lanjutan dari arus balik awal yang sudah mulai terlihat sejak 24 Maret 2026.

Perbedaan waktu kepulangan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jadwal libur, kebutuhan pekerjaan, hingga preferensi perjalanan yang lebih fleksibel.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional, termasuk rencana one way nasional dari KM 414 hingga KM 70.

Selain itu, kebijakan work from anywhere pada 25–27 Maret serta diskon tarif tol di tanggal tertentu diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan. Pembatasan angkutan barang juga menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang sebelum kembali ke kota asal. Kondisi fisik yang prima, kendaraan yang layak jalan, serta pemanfaatan rest area secara bijak menjadi kunci keselamatan di perjalanan.

Pengemudi juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan selalu mematuhi aturan lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan.

Dengan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah, kepolisian, dan operator transportasi, diharapkan arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Play Video

Get Motivated By Working On Your Passion

I Struggle With Confidently Pricing My Services

Related Post

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
Scroll to Top