
Pemerintah memulai pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah pada hari ini, 4 Agustus 2025. Acara peluncuran dilakukan serentak di 12 lokasi sekolah, madrasah, dan pesantren yang tersebar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan 53 juta peserta didik dari seluruh Indonesia mengikuti program CKG Sekolah. Program ini akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, dan Sekolah Rakyat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, program CKG Sekolah menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun, dengan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan:
1. SD/sederajat: 13 jenis pemeriksaan (status gizi, tekanan darah, kebugaran, gigi, mata, telinga, kesehatan mental, imunisasi, dll.)
2. SMP/sederajat: 15 jenis pemeriksaan (termasuk skrining talasemia dan cek hemoglobin dari ujung jari)
3. SMA/sederajat: 14 jenis pemeriksaan (termasuk pemeriksaan kesehatan reproduksi)
Program CKG, termasuk CKG Sekolah, merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sebagai bentuk komitmen memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini. Sejak diluncurkan Februari 2025, program ini telah menjangkau 16,4 juta masyarakat.



