
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak akan menerapkan operasi yustisi atau pemeriksaan khusus terhadap pendatang baru di Jakarta setelah Idul Fitri 2026. Ia menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan mencari pekerjaan.
Ia menambahkan, kesempatan untuk bekerja di Jakarta juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Meski ekonomi global tengah dibayangi ketidakpastian, peluang kerja di Jakarta dipastikan tetap tersedia bagi masyarakat maupun pendatang baru pasca-Lebaran.
Meski pintu terbuka lebar, Pramono mengingatkan para pendatang untuk membekali diri dengan sikap realistis.
Menurutnya, dinamika geopolitik internasional saat ini turut memberikan tekanan pada sektor ketenagakerjaan secara global.
Situasi ini, menurut Pramono, menuntut semua pihak untuk lebih waspada dalam melihat peluang ekonomi.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta per Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,47 juta orang, meningkat sekitar 41,62 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemprov DKI berkomitmen untuk terus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar Jakarta tetap mampu menyerap tenaga kerja di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.



