
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengungkapkan kemungkinan pemberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir, terutama jika banjir terjadi pada hari kerja.
Menurut dia, pertimbangan WFH akan diberlakukan bagi siswa sekolah hingga aparatur sipil negara (ASN). Namun tidak menutup kemungkinan bagi kementerian/lembaga lainnya.
Teguh menjelaskan dalam beberapa hari terakhir Pemerintah Provinsi DKI telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan melibatkan satu pesawat jenis Britten Norman PN2T, yang dapat menyemai sekitar 3.200 kg bahan modifikasi cuaca setiap harinya.
Operasi ini dilakukan dengan anggaran rutin dari BPBD DKI dan dilaksanakan dengan koordinasi dari BNPB untuk langkah selanjutnya.
Selain upaya modifikasi cuaca, Teguh juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menghadapi potensi banjir dengan berbagai langkah antisipasi, termasuk edukasi dan imbauan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau potensi cuaca ekstrem dan berkomitmen untuk melaksanakan langkah-langkah antisipasi yang optimal untuk mengurangi dampak dari cuaca buruk.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang status peringatan dini cuaca ekstrem hingga 15 Desember 2024 seiring dengan terus meningkatkan curah hujan di wilayah Jabodetabek.



