
Pemerintah pusat akan meluncurkan 80.000 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih pada 12 Juli 2025. Program ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menjadi pusat distribusi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sembako murah dan bantuan langsung tunai (BLT).
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menjelaskan, gagasan awalnya adalah pembentukan 70.000 koperasi desa, namun kemudian ditambah dengan koperasi di kelurahan sehingga total menjadi 80.000.
Riza menambahkan, pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya di pedesaan dan kelurahan. Koperasi-koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli kebutuhan pokok, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti klinik, apotek, gudang logistik, cold storage, hingga kendaraan distribusi.
Selain itu, koperasi Merah Putih juga akan menjadi jalur penyaluran berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah, seperti sembako murah dan bantuan langsung tunai. Proses pembentukan koperasi akan dimulai dari musyawarah kelurahan, di mana lurah akan ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas. Keterlibatan tokoh masyarakat, RT, dan RW juga menjadi bagian penting dari skema ini.



