Follow Us

ENTERTAINMENT

Music, News, Traveling, Movie

ENTEX

Menulis Tanpa Batas Usia: Noorca M. Massardi, 72 Tahun dan Terus Berkarya

Di sebuah panggung kebudayaan yang hangat dan penuh apresiasi, Noorca M. Massardi berdiri dengan tenang. Usianya telah menginjak 72 tahun, namun semangatnya sebagai penulis tampak tak pernah surut. Bagi Noorca, menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan cara untuk merayakan hidup—tahun demi tahun, kata demi kata.

Tahun 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan kreatifnya. Ia kembali meluncurkan dua karya sekaligus: kumpulan puisi berjudul 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya dan novel futuristik Pemakan Buah. Bagi sebagian orang, usia mungkin menjadi alasan untuk melambat. Namun bagi Noorca, usia justru menjadi ruang refleksi yang semakin kaya.

Selama satu dekade terakhir, ia memiliki tradisi pribadi yang sederhana namun bermakna: menghadiahkan karya untuk dirinya sendiri setiap ulang tahun. Sebuah komitmen sunyi yang terus ia jaga—menulis sebagai bentuk syukur, sekaligus cara memahami kehidupan yang terus bergerak.

Rumah, Kenangan, dan Hal-Hal Kecil yang Bermakna

Dalam buku puisinya, 72 Rumah dan Hal Ihwal di Sekitarnya, Noorca mengajak pembaca masuk ke ruang-ruang yang akrab, tetapi sering terlewatkan. “Rumah” dalam karyanya bukan sekadar bangunan, melainkan metafora dari kehidupan itu sendiri—tempat manusia tumbuh, mengingat, dan memahami.

Ia menulis tentang hal-hal sederhana: piring, ruang makan, sudut rumah, hingga aktivitas harian yang tampak remeh. Namun di tangan Noorca, hal-hal kecil itu menjelma menjadi refleksi mendalam tentang hidup. Ada keheningan, ada kenangan, dan ada makna yang perlahan muncul ketika pembaca berhenti sejenak untuk meresapi.

Keindahan buku ini juga diperkuat oleh ilustrasi karya sang istri, Rayni N. Massardi. Visual yang dihadirkan bukan sekadar pelengkap, melainkan dialog lain yang berjalan berdampingan dengan puisi—menghidupkan suasana, sekaligus memperdalam emosi.

Dunia Futuristik yang Sarat Sindiran

Jika puisinya terasa intim dan reflektif, novel Pemakan Buah justru membawa pembaca melangkah jauh ke dunia yang berbeda. Berlatar di Kerajaan Terrajannah, Noorca membangun sebuah semesta futuristik yang penuh misteri dan simbol.

Di balik kisah tentang “buah pengetahuan” yang terlarang, tersimpan lapisan makna yang lebih dalam. Novel ini berbicara tentang kekuasaan, ambisi, dan konsekuensi dari pengetahuan itu sendiri. Siapa yang berhak tahu? Apa yang terjadi ketika manusia mengetahui terlalu banyak?

Dengan gaya bertutur yang khas, Noorca menyelipkan kritik sosial dan politik tanpa terasa menggurui. Dunia imajinatif yang ia bangun justru menjadi cermin dari realitas—tentang intrik kekuasaan, hukum yang lentur, hingga dilema moral yang tak pernah sederhana.

Sastra sebagai Jembatan dan Warisan

Peluncuran kedua buku ini bukan sekadar seremoni. Dalam format Panggung & Dialog Kebudayaan, acara tersebut menghadirkan monolog, pembacaan puisi, hingga diskusi yang melibatkan para sastrawan. Ada percakapan, ada perenungan, dan ada semangat berbagi.

Sebagai bentuk komitmennya terhadap literasi, Noorca juga menyerahkan ratusan paket buku kepada mahasiswa, perpustakaan, dan komunitas. Sebuah langkah kecil yang memiliki arti besar—bahwa karya tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diwariskan.

Di luar karya-karyanya, Noorca dikenal sebagai sosok dengan perjalanan panjang di dunia pers dan seni. Kini ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Lembaga Sensor Film periode 2024–2028. Dedikasinya telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk apresiasi “50 Tahun Berkarya di Bidang Sastra dan Bahasa”.

Menulis sebagai Cara Bertahan

Pada akhirnya, kisah Noorca bukan hanya tentang buku yang ia terbitkan, tetapi tentang konsistensi yang ia rawat. Tentang bagaimana seseorang tetap memilih untuk berkarya, bahkan ketika waktu terus berjalan.

Di usia 72 tahun, ia menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal kata pensiun. Bahwa selama masih ada yang ingin diceritakan, selama masih ada yang ingin dipahami, menulis akan selalu menemukan jalannya.

Dan mungkin, di antara halaman-halaman yang ia tulis, kita tidak hanya menemukan cerita tentang dunia—tetapi juga tentang diri kita sendiri.

Play Video

Get Motivated By Working On Your Passion

I Struggle With Confidently Pricing My Services

Related Post

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
Scroll to Top