
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Hal ini ia pastikan lantaran konflik Israel-AS dan Iran itu berdampak pada penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak mentah dan BBM paling vital di dunia.
Bahlil menyebut, stok BBM dalam negeri masih mencukupi untuk 20 hari atau hampir tiga pekan ke depan. Bahlil menegaskan, hingga saat ini konflik Israel-AS dan Iran belum berdampak terhadap subsidi energi di dalam negeri. Pemerintah memastikan distribusi dan skema subsidi masih berjalan normal.
Meski demikian, Bahlil mengakui bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, Indonesia masih melakukan impor BBM, terutama menjelang momentum Lebaran ketika konsumsi energi biasanya meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi risiko gangguan pasokan, Bahlil menyatakan akan segera menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna membahas langkah mitigasi yang perlu diambil pemerintah.



