
Kementerian Pertahanan mencatat hampir 1.000 aparatur sipil negara (ASN) sudah mendaftar sebagai anggota Komponen Cadangan (komcad).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan sebanyak 987 aparatur sipil negara terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai Komcad.
Rico mengatakan ke-987 ASN itu berasal dari kementerian yang berkantor di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Terkait pelatihan Komcad ASN gelombang pertama, hingga saat ini jumlah ASN yang telah terdata dan mendaftar sebanyak 987 orang dari kuota yang disiapkan sebanyak 2.000 peserta.
Nantinya, lanjut Rico, mereka akan menjadi kelompok komcad gelombang pertama yang akan melakoni latihan pada April 2026 mendatang.
Adapun pelatihan gelombang kedua akan digelar pada pertengahan tahun 2026 mendatang dengan jumlah peserta yang sama.
Rico melanjutkan, ASN yang akan melakoni pelatihan sebagai komcad ini akan melewati berbagai persyaratan dan seleksi ketat. Salah satu persyaratannya yakni tidak dalam paksaan atau sukarela.
Dia berharap dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Menurut Rico, tahapan seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, dan kesegaran jasmani.
Rico menjelaskan, seleksi kesehatan itu perlu dilakukan untuk memastikan ketahanan fisik para ASN yang nantinya akan mengikuti pelatihan dasar militer.
Tidak hanya seleksi kesehatan dan fisik saja, pihaknya juga akan memberlakukan seleksi secara psikis dan penilaian mental ideologi.
Rico melanjutkan, Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN mengikuti pelatihan menjalani komcad.
Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan digelar di lima lokasi yakni Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya dan Pasmar 1.



