
Film animasi Jumbo kembali menorehkan prestasi di kancah perfilman internasional. Film animasi Indonesia ini kembali mencuri perhatian setelah dipastikan akan tayang di bioskop Korea Selatan pada 18 Februari 2026.
Film animasi Jumbo siap menyapa penonton Korea Selatan lebih cepat dari jadwal semula. Dalam unggahan terbaru akun Instagram resminya, diumumkan bahwa tanggal tayang film tersebut di Korea Selatan dimajukan menjadi 18 Februari 2026, lebih awal dari rencana awal yakni 25 Februari 2026. Melalui caption yang hangat dan penuh semangat, tim produksi berharap kisah Jumbo bisa menghadirkan senyum, tawa, serta kehangatan bagi penonton Korea Selatan.
Dalam postingan lainnya, mereka juga menyampaikan antusiasme bertemu penonton di Korea dengan menyebutkan film akan sampai lebih cepat.
Penayangan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Jumbo di pasar global. Masuknya Jumbo ke Korea, setelah sebelumnya ditayangkan di berbagai negara, menunjukkan bahwa film animasi Indonesia mulai mendapat tempat di industri film internasional yang kompetitif.
Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pasar film paling kompetitif di Asia dengan standar distribusi dan kurasi yang ketat, khususnya terhadap film asing. Tidak banyak film animasi dari Asia Tenggara yang berhasil menembus bioskop Korea secara luas. Karena itu, penayangan film animasi Jumbo di negara tersebut kerap dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kualitas produksi dan kekuatan cerita yang mampu diterima lintas budaya.
Kesuksesan Jumbo sejatinya bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Jauh sebelum rencana penayangan di Korea Selatan diumumkan, film animasi ini telah lebih dulu mencatatkan performa impresif di berbagai wilayah.
Sebelum tayang di Korea Selatan, film animasi ini telah lebih dulu mencatatkan performa impresif di berbagai negara, Jumbo diketahui sudah diputar di sejumlah negara seperti Taiwan, Malaysia, Vietnam, Rusia, hingga beberapa kawasan lain, menandakan bahwa ceritanya mampu menembus batas geografis dan budaya.
Di dalam negeri sendiri, antusiasme penonton juga tergolong masif. Hingga hari ke-73 penayangan, Jumbo berhasil mengumpulkan lebih dari 10 juta penonton di bioskop. Angka yang fantastis, membuat Jumbo berhasil menggeser film KKN di Desa Penari (2022) sebagai film Indonesia terlaris.
Capaian tersebut turut diperkuat lewat distribusi digital. Berdasarkan data Netflix Global Top 10 Non-English Films, Jumbo sempat menempati posisi ke-7 dalam kategori film non-Inggris paling banyak ditonton secara global sejak 25 Desember 2025. Artinya, jangkauan Jumbo tidak hanya berhenti di layar bioskop, tetapi juga berlanjut ke audiens internasional yang lebih luas melalui streaming.
Di ranah penghargaan, film ini pun memperoleh pengakuan formal dengan memborong lima piala di AMI Awards, termasuk kategori Pencipta Lagu Anak Terbaik, Duo/Kolaborasi Anak-Anak Terbaik, Album Film Scoring Terbaik, Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik, hingga Pendatang Baru Terbaik.
Menariknya, hubungan Jumbo dengan Korea Selatan sebenarnya sudah terjalin sejak tahun sebelumnya. Film ini sempat diputar ulang di jaringan bioskop CGV dalam rangka Korea–Indonesia Film Festival (KIFF), sebuah festival film tahunan hasil kolaborasi CGV Cinemas Indonesia dan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Korea.
Kehadiran Jumbo dalam festival tersebut, bersama deretan film Indonesia lainnya, menjadi indikasi awal adanya ketertarikan pasar Korea terhadap karya animasi ini, jauh sebelum rencana adaptasi dan distribusi lebih luas diumumkan.
Ketertarikan terhadap Jumbo kini berlanjut ke tahap yang lebih serius. Penayangan film animasi Jumbo di Korea Selatan bahkan dipercepat dari jadwal awal 25 Februari 2026 menjadi 18 Februari 2026. Jumbo akan didistribusikan oleh Barunson E&A, rumah produksi dan distributor asal Korea Selatan yang dikenal luas sebagai produser film pemenang Oscar, Parasite (2019).
Keterlibatan Barunson E&A dalam distribusi Jumbo dinilai menjadi faktor penting yang memperkuat posisi film animasi tersebut di pasar Korea, sekaligus menandai tingkat kepercayaan distributor besar terhadap potensi film animasi Indonesia di kancah internasional.
Dari materi promosi yang dirilis, Jumbo versi Korea diperkirakan tetap menggunakan audio asli dengan takarir bahasa Korea. Sementara itu, akun resmi film ini juga telah mengunggah lagu tema yang liriknya diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Keberhasilan Jumbo dinilai menjadi momentum penting bagi industri animasi Indonesia. Selama ini, film animasi lokal kerap dipandang memiliki keterbatasan dalam skala produksi dan distribusi internasional. Capaian Jumbo membuktikan bahwa animasi Indonesia memiliki potensi bersaing di pasar global, baik dari sisi teknis maupun naratif.
Masuknya Jumbo ke pasar Korea Selatan juga membuka kemungkinan lebih luas bagi karya animasi lokal lain untuk dilirik oleh distributor internasional di masa depan. Dengan rangkaian pencapaian tersebut, Jumbo tak lagi hanya diposisikan sebagai film animasi populer di dalam negeri, melainkan sebagai representasi perkembangan animasi Indonesia di kancah global. Penayangan di Korea Selatan menjadi penanda bahwa perjalanan Jumbo masih terus berlanjut, sekaligus membuka peluang baru bagi film animasi Indonesia untuk melangkah lebih jauh.



