
FIFA resmi meluncurkan single pertama album Piala Dunia 2026 berjudul “Lighter” pada 20 Maret 2026 lalu, yang menampilkan duet Jelly Roll dan Carín León.
Sepanjang lagu, pendengar disuguhkan perpaduan vokal bahasa Inggris dan Spanyol yang harmonis. Fokus utama lagu ini terletak pada chorus-nya yang membangkitkan semangat kemandirian dan kebebasan.
Liriknya yang inspiratif mengajak pendengar untuk merayakan perasaan lega setelah melepaskan segala beban yang selama ini menghambat langkah mereka.
Perilisan lagu tersebut menjadi langkah awal menuju proyek album resmi Piala Dunia FIFA 2026, yang sebelumnya sempat diperkenalkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino melalui media sosial.
Proyek album tersebut digadang-gadang akan menciptakan keajaiban lewat sinergi antara musisi papan atas dan talenta global yang sedang naik daun.
Melalui peleburan berbagai warna musik dunia, album ini bercita-cita membentuk satu harmoni global yang secara khusus didedikasikan untuk merayakan kemeriahan pesta sepak bola.
Namun, lagu tersebut mulai menuai sorotan. “Lighter”, yang dibawakan oleh Jelly Roll dan Carín León, justru mendapat tanggapan beragam dari publik sejak pertama kali diperkenalkan.
Meski begitu, Gianni Infantino tetap optimis dan menyebut lagu ini sebagai ekspresi sukacita yang akan menghubungkan jutaan penggemar.
Ia menegaskan bahwa pendekatan musik yang lebih bervariasi ini merupakan bagian dari visi FIFA untuk membangun identitas global yang lebih inklusif dan berwarna.
Perbedaan perspektif ini memperlihatkan satu hal yang menarik: ketika FIFA mencoba keluar dari formula lama, ekspektasi publik terhadap sebuah anthem Piala Dunia ternyata masih sangat kuat dan sulit digantikan.
Meski begitu, FIFA masih akan merilis beberapa lagu lain dalam album resmi Piala Dunia. Jika melihat “Lighter” sebagai gambaran awal, publik tampaknya akan disuguhkan perpaduan berbagai genre musik yang mencerminkan keragaman budaya tuan rumah di Amerika Utara.



