
Pahlawan nasional adalah gelar kehormatan yang diberikan negara kepada seseorang yang berjasa luar biasa bagi bangsa dan negara, terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan, memajukan, atau mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Gelar ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden setelah melalui proses penilaian oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Sebanyak 40 nama tokoh sudah diajukan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Usulan itu kemudian diberikan kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, yang juga merupakan Menteri Kebudayaan RI.
Sebanyak 40 nama tokoh itu, kata Gus Ipul, dikirim ke Dewan GTK melalui beragam rapat dan proses panjang. Nama-nama tersebut, juga sudah dinilai memenuhi syarat yang ada sebelum diserahkan ke Dewan GTK.
Sebanyak 40 nama itu, terdiri dari 4 usulan baru 2025, 16 usulan tunda 2024, dan 20 usulan periode 2011-2023 yang memenuhi syarat untuk diajukan kembali.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa daftar resmi telah diterima dari Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kemensos, yang kini masih dalam proses verifikasi di tingkat Presiden.
Pengumuman Pahlawan Nasional kemungkinan besar akan dilakukan pada 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.
Berikut daftar 40 nama tokoh yang diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional:
Usulan pada 2025 :
- KH. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
- Demmatande – Sulawesi Barat
- KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
- Marsinah – Jawa Timur
Usulan Tunda 2024 :
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
- Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku (Diusulkan pada 2023)
- Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta (Diusulkan pada 2010)
- Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara (Diusulkan pada 2023)
- Mr. Gele Harun – Lampung (Diusulkan pada 2023)
- Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur (Diusulkan pada 2019)
- Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo (Diusulkan Tahun 2021)
- Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)
- Mahmud Marzuki – Riau (Diusulkan Tahun 2022)
- Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh (Diusulkan Tahun 2021)
- Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur (Diusulkan Tahun 2012)
- Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan (Diusulkan Tahun 2010)
- Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara (Diusulkan Tahun 2020)
14. Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2024)
15. K.H. Wasyid – Banten (Diusulkan Tahun 2024)
16. Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2024).
Usulan Memenuhi Syarat Diajukan Kembali (2011-2023) :
1. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2021)
2. K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2010)
3. H.M. Soeharto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)
4. K.H. Bisri Syansuri – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2020)
5. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat (Diusulkan Tahun 2012)
6. Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan (Diusulkan Tahun 2010)
7. H.B. Jassin – Gorontalo (Diusulkan Tahun 2022)
8. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2022)
9. M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur (Diusulkan Tahun 2023)
10. dr. Kariadi – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2020)
11. R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2023)
12. Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2023)
13. Raden Soeprapto – Jawa Tengah (Diusulkan Tahun 2010)
14. Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta (Diusulkan Tahun 2018)
15. K.H. Sholeh Iskandar – Jawa Barat (Diusulkan Tahun 2023)
16. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat (Diusulkan Tahun 2022)
17. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara (Diusulkan Tahun 2021)
18. Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku (Diusulkan Tahun 2021)
19. Chatib Sulaiman – Sumatera Barat (Diusulkan Tahun 2023)
20. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi Tengah (Diusulkan Tahun 2010).



