
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan musim kemarau di Indonesia tahun 2026 diprediksi mulai berlangsung pada April.
Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG melalui siaran pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 dan Update Cuaca Nasional pada Rabu (4/3/2026).
Dalam keterangannya, Teuku Faisal menyebut kondisi tersebut disebabkan oleh berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026, yang saat ini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 akan dimulai secara bertahap sejak April di sebagian besar wilayah Indonesia.
Nantinya (musim kemarau) akan diawali dari Nusa Tenggara yang bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Terkait sifat musim kemarau, BMKG memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kondisi cenderung lebih kering.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, BMKG mengidentifikasi bahwa musim kemarau 2026 secara umum akan lebih panjang dari biasanya.
Oleh karena itu, BMKG menekankan untuk mengantisipasi musim kemarau bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat
Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi.
Maka dari itu, pemerintah daerah perlu mengantisipasi untuk menghadapi penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak.



