
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan jumlah bus listrik yang beroperasi di Jakarta mencapai lebih dari 10.000 unit pada 2030. Saat ini, jumlah bus listrik di Jakarta baru sekitar 500 unit.
Pramono mengatakan, hadirnya kendaraan listrik di transportasi umum Jakarta jadi salah satu cara untuk menekan angka emisi di Ibukota. Tak hanya bus listrik, Pemprov DKI juga akan mendorong penggunaan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida.
Menurut Pramono, sektor transportasi menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Jakarta. Pada 2024, sektor transportasi menyumbang 52 persen emisi langsung Jakarta.
Karena itu, peralihan menuju transportasi rendah karbon menjadi bagian dari upaya Jakarta mencapai target net zero emission pada 2050.
Pemprov DKI juga menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Di masa kepemimpinannya, penggunaan transportasi umum menjadi prioritas. Saat ini, penggunaan transportasi umum di Jakarta telah mencapai lebih dari 31 persen dari sebelumnya sekitar 23 persen.
Naiknya penggunaan transportasi umum, kata Pramono, disebabkan oleh pembebasan tarif transportasi publik bagi 15 kelompok masyarakat serta pengembangan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga.



