
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga untuk lebih waspada setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta.
Ia pun meminta warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, partikel mikroplastik yang terbawa udara dan hujan dapat bertahan lama di dalam tubuh manusia jika terhirup atau tertelan.
Selain itu, Menkes juga mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan turun maupun sesudahnya.
Di sisi lain, Budi menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan mengurangi sumber polusi plastik di lingkungan.
Ia pun meminta Pramono Anung untuk turut berperan dalam mengatasi sumber polusi plastik. Menanggapi hal itu, Pramono memastikan akan menindaklanjuti temuan BRIN bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mempercepat program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PLTSA) serta langkah lain untuk menekan limbah plastik.
Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Oseanografi BRIN, Reza, menjelaskan air hujan di Jakarta telah terkontaminasi mikroplastik yang bersifat toksik atau beracun.
Ia mengungkapkan, temuannya itu bukan sekadar dugaan, melainkan hasil penelitian yang pernah ia pimpin dan telah dipublikasikan dalam jurnal Science Direct pada Januari 2022.
Studi yang dilakukan selama 12 bulan penuh ini mendeteksi adanya partikel mikroplastik dalam tiap tetes hujan yang jatuh di ibu kota.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan rain gauge dan ombrometer, sebelum dianalisis melalui teknologi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi jenis polimer plastik.



