
Penantian panjang Timor Leste untuk bergabung dengan keluarga besar ASEAN akhirnya berakhir. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, negara berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa itu resmi diterima sebagai anggota ke-11 organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang menjadi tuan rumah KTT, menyebut kehadiran Timor Leste sebagai bagian penting dari upaya memperkuat solidaritas regional.
Upaya Timor Leste untuk menjadi bagian dari ASEAN bukanlah perjalanan singkat. Negara yang memproklamasikan kemerdekaan dari Indonesia pada 2002 itu pertama kali mengajukan permohonan resmi bergabung pada tahun 2011.
Sempat tertahan selama lebih dari satu dekade, perkembangan signifikan terjadi pada 2022 ketika Timor Leste memperoleh status negara pengamat.
Status tersebut memungkinkan Dili menghadiri berbagai pertemuan ASEAN dan mulai menyesuaikan diri dengan mekanisme organisasi.
Setelah melalui serangkaian penilaian kesiapan ekonomi, politik, dan administratif, ASEAN akhirnya memutuskan menerima Timor Leste sebagai anggota penuh pada KTT ke-47 tahun ini.
KTT ASEAN ke-47 ini berlangsung pada 26-28 Oktober di Kuala Lumpur. Salah satu agenda KTT ASEAN kali ini adalah Penandatanganan Deklarasi Penerimaan Timor-Leste ke dalam ASEAN, yang menandai penerimaan resminya sebagai negara anggota ASEAN ke-11.
KTT ini juga merupakan puncak dari kepemimpinan Malaysia 2025, sebelum Filipina akan mengambil alih Kepemimpinan ASEAN berikutnya mulai 1 Januari 2026. Upacara serah terima kepemimpinan ASEAN dari Malaysia kepada Filipina akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025.



