
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan akan menutup perlintasan kereta api liar yag tidak memenuhi standar keselamatan. Langkah ini dilakukan setelah insiden tabrakan antarkereta di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam lalu.
Bobby mengatakan, KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan meninjau perlintasan kereta api. Penutupan perlintasan akan dilakukan terhadap perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Ia juga meminta masyarakat tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup KAI.
Bobby pun meminta agar masyarakat tidak melanggar perlintasan resmi milik KAI yang masih beroperasional saat ini. Ia menjelaskan, perlintasan resmi yang dibuat KAI memiliki alat sensor, tidak sekadar berupa portal.
Dalam kesempatan yang sama, Bobby mengatakan KAI akan melakukan pemenuhan dan peningkatan aspek keselamatan dari 1.800 perlintasan kereta api resmi atau pun liar. Upaya peningkatan keselamatan itu berupa membangun jalan lintas layang atau flyover atau memasang palang pintu yang memiliki sistem.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan telah mengantongi lokasi prioritas dari ribuan titik perlintasan kereta api yang akan dilakukan pembenahan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan pemerintah daerah Bekasi untuk membangun flyover di perlintasan kereta di wilayah tersebut setelah terjadi kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Selain Bekasi, Prabowo menyoroti masalah perlintasan sebidang di Pulau Jawa. Menurut dia, ada 1.800 perlintasan kereta api dan jalan raya yang tidak dijaga menjadi salah satu alasan kecelakaan kereta api masih bisa terjadi.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Prabowo akan memberikan bantuan ratusan miliar untuk pembangunan flyover di Bekasi menyusul peristiwa kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Menurut Dasco, pemerintah daerah Bekasi telah merencanakan pembangunan flyover Bulak Kapal untuk mengatasi padatnya perlintasan kereta tapi terhalang oleh keterbatasan anggaran.
Dasco menerangkan, flyover itu ditargetkan selesai dibangun dalam empat hingga lima bulan ke depan. Berdasarkan informasi yang diterima Dasco dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, keberadaan jalan layang di perlintasan kereta diprediksi dapat mencegah kecelakaan hingga 90 persen.



