
Pemerintah memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, biodiesel B50, mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Kepastian itu disampaikan meski uji coba masih berlangsung dan evaluasi final baru akan digelar dalam sepekan ke depan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tetap menargetkan implementasi B50 sesuai jadwal. Sebelum resmi diterapkan, hasil uji coba akan dievaluasi dalam rapat bersama tim penguji.
Meski evaluasi akhir belum dilakukan, Bahlil menyebut hasil sementara pengujian menunjukkan perkembangan positif. Sekitar 80-90% parameter uji telah memberikan hasil yang baik.
Menurutnya, kualitas B50 dari sisi kadar air bahkan lebih baik dibandingkan biodiesel B40 yang saat ini digunakan.
B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar. Komposisi tersebut meningkat dibandingkan B40 yang saat ini berlaku.
Penerapan B50 diharapkan dapat meningkatkan penyerapan sawit domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.


