
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengusulkan agar beragam kesenian Betawi seperti tarian, beladiri, dan musik dijadikan ekstrakulikuler sekolah.
Tujuannya agar generasi muda mengenal warisan Budaya Betawi sejak duduk di bangku sekolah dan tetap lestari meskipun Jakarta tak lagi menyandang status Ibukota, melainkan sebagai Kota Global.
Terkait usulan tersebut, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Joko Mulyono mengaku setuju. Pihaknya telah melakukan terobosan dan mengkreasikan sejumlah kesenian dengan mengikuti perkembangan zaman.
Menurut dia, kebudayaan Betawi juga harus dikemas dan dipromosikan dengan menarik sesuai tren yang sedang berkembang.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena di zaman era digitalisasi anak muda lebih suka budaya populer, gampang viral dan gampang terkenal.
Joko mengatakan telah mendata sanggar-sanggar Betawi yang ada di Jakarta Barat agar memiliki sertifikat sehingga para peserta sanggar bisa mendapatkan pelatihan dan menggunakan gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Rawa Buaya, Cengkareng.
Lalu pelatihnya beserta anggota ataupun peserta dan anak didiknya, kata dia, boleh menggunakan PPSB di Rawa Buaya.



