
Sebanyak 80 unit bus listrik buatan dalam negeri dari karoseri Laksana Bus disiapkan untuk memperkuat armada layanan Transjakarta. Bus listrik ini merupakan hasil kerja sama antara Damri dan VKTR, pemegang lisensi BYD Indonesia, dan menjadi bus listrik lokal pertama yang digunakan oleh Transjakarta.
Manajer Brand & Marketing Communication Laksana Bus, Singgih Eko Yudistiro, menyampaikan rasa bangga atas kesempatan memproduksi bus listrik lokal untuk kebutuhan transportasi publik di Jakarta.
Sebelumnya, seluruh bus listrik Transjakarta yang beroperasi merupakan produk impor dari China. Laksana menjadi karoseri pertama di Indonesia yang dipercaya untuk memproduksi bus listrik tersebut.
Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Damri, Chrystian R. M. Pohan, menjelaskan pemilihan Laksana Bus sebagai mitra produksi telah melalui proses seleksi sesuai standar teknis yang ditetapkan oleh agen pemegang merek (APM).
Menurut Chrystian, sebanyak 10 unit bus telah tiba di Jakarta dari pabrik di Jawa Tengah, sementara 70 unit lainnya masih dalam tahap penyempurnaan dan akan dikirim secara bertahap hingga akhir 2025.
Bus-bus listrik tersebut rencananya akan mulai digunakan di sejumlah koridor Transjakarta, salah satunya Koridor 2A (Pulogadung–Rawabuaya).



