
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan sebesar 20% yang diperkirakan melanda sejumlah daerah selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (nataru).
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dinamika atmosfer, seperti madden-julian oscillation (MJO) dan potensi cold surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, diproyeksikan aktif selama periode nataru.
Dwikorita mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, diprediksi akan ada 110,67 juta orang yang akan melakukan perjalanan musim libur nataru 2024/2025.
BMKG terus memantau kondisi ini secara cermat dan menyampaikan informasi terkini untuk mendukung langkah antisipatif serta mengurangi risiko di lapangan.
Ia mengatakan, peringatan dini cuaca ekstrem saat libur nataru akan disampaikan setiap pekan dan diulang 3 hari sebelum kejadian, bahkan hingga 3 jam sebelum kejadian cuaca ekstrem.



