
Era kepemimpinan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir lebih cepat dari perkiraan. Hanya tujuh bulan setelah ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada Juni 2025, pria asal Basque tersebut harus merelakan jabatannya setelah rentetan hasil buruk yang mencapai puncaknya dalam kekalahan di laga El Clasico di Jeddah, Arab Saudi.
Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi klub yang menyebutkan bahwa perpisahan terjadi atas “kesepakatan bersama”. Meski Alonso sempat membawa harapan besar setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, inkonsistensi di La Liga dan ketegangan di ruang ganti dilaporkan menjadi faktor utama di balik keputusan drastis Florentino Perez.
Kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Supercopa de Espana menjadi tetes terakhir kesabaran manajemen. Real Madrid saat ini juga tertinggal empat poin dari rival abadi mereka tersebut di klasemen La Liga dan menunjukkan performa yang meragukan di fase grup Liga Champions.
Laporan internal menyebutkan adanya keretakan hubungan antara Alonso dengan sejumlah pemain kunci, termasuk Vinicius Junior. Masalah keseimbangan skuad pascakedatangan Kylian Mbappe juga disebut belum mampu diselesaikan oleh Alonso selama 28 laga masa baktinya.
Sebagai langkah transisi, Real Madrid langsung mempromosikan Alvaro Arbeloa. Mantan bek kanan Los Blancos tersebut sebelumnya menangani tim B (Castilla) dan dinilai sangat memahami DNA klub untuk meredam gejolak di sisa musim ini.
Meski Arbeloa telah ditunjuk, rumor mengenai kembalinya Zinedine Zidane atau pendekatan terhadap Juergen Klopp tetap berhembus kencang di kalangan media Spanyol sebagai opsi jangka panjang bagi raksasa Madrid tersebut.



