Follow Us

ENTERTAINMENT

Music, News, Traveling, Movie

ENTEX

Review Film ‘Rosario’ – Kisah Horor Kutukan Keluarga Terjebak dalam Perangkap Kepemilikan yang Menegangkan

“Rosario” adalah film thriller drama-horor tentang seorang perempuan yang mengungkap rahasia keluarganya tak lama setelah neneknya meninggal. Film ini disutradarai oleh Felipe Vargas dan dibintangi oleh Emeraude Toubia sebagai Rosario. Film ini juga menampilkan David Dastmalchian, José Zúñiga, Diana Lein, Emilia Faucher, dan Paul Ben-Victor.

Rosario adalah seorang pengusaha wanita sukses yang meraih kesuksesannya melalui cara-cara yang tidak sepenuhnya ia pahami. Agar dapat diterima, ia memilih untuk mengubah namanya, bersikeras agar semua orang memanggilnya “Rose”, bukan Rosario. Detail ini mencerminkan kenyataan yang dihadapi banyak orang Latin yang tinggal di AS, yang seringkali merasa tertekan oleh masyarakat untuk menyangkal identitas asli mereka agar dapat berasimilasi.

Saya tidak pernah terlalu menyukai genre horor, dan subgenre supernatural selalu kurang menarik bagi saya, sebagian karena saya dibesarkan di keluarga Katolik, yang membuat saya menjauh dari tema-tema semacam itu. Sungguh luar biasa dan menggugah pikiran mengetahui bagaimana ritual kelompok lain terkadang dianggap gelap atau satanis. Dalam film ini, Rosario menemukan bahwa neneknya diam-diam terlibat dalam ritual supernatural dan ia tidak pernah benar-benar mengenal neneknya. Setelah orang tua Rosario berpisah, ia memilih untuk tetap berhubungan dengan ayahnya sambil menjauhi ibu dan neneknya. Alasan di balik pilihannya terungkap di akhir film.

Saya merasa sangat menarik bagaimana genre horor digunakan di sepanjang film. Film ini tidak hanya menggunakan horor demi menakut-nakuti atau menciptakan suasana; melainkan, film ini dengan brilian mengaitkan kengeriannya dengan pengalaman imigran dan pengorbanan keluarga. Tema-tema ini terbuka untuk ditafsirkan. Bisa dibilang pengorbanan yang dilakukan oleh para leluhur kita mengikuti kita ke mana pun, karena tindakan mereka membuka jalan bagi kehidupan kita saat ini. Sebaliknya, kita mungkin memandang pengorbanan ini sebagai kesempatan untuk menghormati dan menghargai mereka yang telah mendahului kita. Sebesar apa pun keinginan seseorang untuk berasimilasi dengan menghapus warisan mereka, masa lalu dan keluarga akan selalu ada untuk mengingatkan mereka tentang siapa mereka.

Saya tak bisa membahas film ini tanpa mengakui pujian yang memang pantas diberikan kepada Emeraude Toubia. Penampilannya sangat berkesan, menunjukkan fleksibilitas dan jangkauan aktingnya. Saya menonton kedua musim “With Love” di Amazon Prime, di mana ia tampil memukau sebagai seorang wanita yang mencari cinta dalam komedi romantis yang kaya akan unsur dramatis. Sebagai Rosario, ia memberikan penampilan yang menentukan kariernya, dengan meyakinkan memerankan seorang pengusaha wanita sukses yang memancarkan kepercayaan diri dan kewibawaan, sekaligus mewujudkan kecemasan dan ketakutan seorang cucu perempuan yang mengungkap rahasia neneknya. Ia berpotensi menjadi ratu teriakan berikutnya.

Film ini mengerikan, menakutkan (dengan beberapa kejutan mendadak), gelap, dan mengandung semua elemen yang diharapkan dari sebuah film supernatural. Kejutan di babak ketiga dieksekusi dengan baik dan mengejutkan saya. Satu-satunya kritik saya terletak pada interaksi yang aneh dengan para tetangga di gedung tempat nenek tinggal, dan beberapa alur cerita (selain kejutannya) terasa klise dan dieksekusi secara dangkal.

Secara keseluruhan, “Rosario” adalah drama horor supernatural yang sukses terutama berkat akting cemerlang sang aktris utama. Drama ini menawarkan eksplorasi yang menggugah pikiran tentang identitas, pengorbanan keluarga, dan kompleksitas keadaan yang tidak selalu seperti yang terlihat.

Play Video

Get Motivated By Working On Your Passion

I Struggle With Confidently Pricing My Services

Related Post

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE
Scroll to Top