
Sebanyak 58% pelajar di Indonesia memutuskan mengenyam pendidikan ke luar negeri. Meski begitu, biaya hidup dan biaya pendidikan yang tinggi menjadi masalah baru bagi para peminat.
Hal tersebut merupakan hasil berdasarkan BMI Market Report tahun 2023, dimana 58 persen mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri memilih jenjang Magister untuk meningkatkan karir sekaligus menumbuhkan pemikiran kritis dan pola pikir global. Akan tetapi, tingginya biaya pendidikan internasional masih menjadi kendala yang signifikan sampai saat ini.
Biaya kuliah, biaya hidup dan pendidikan dirasa berat bagi mereka yang ingin meningkatkan pendidikan, terutama untuk beberapa kalangan. Belum lagi, jika ingin mengenyam pendidikan di luar negeri, ada beberapa syarat tambahan, diantaranya :
1. Sertifikat Bahasa Asing
Sebagian besar universitas luar negeri, memasukkan sertifikat bahasa Inggris sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan. Hal itu karena bahasa Inggris akan menjadi bahasa utama saat berkomunikasi maupun penyampaian pembelajaran kuliah.
Beberapa sertifikat yang perlu kamu persiapkan, yaitu Test of English Foreign Language (TOEFL), dan International English Language Testing System (IELTS). Dengan melampirkan bukti sertifikat tersebut, membuktikan kamu mampu berbahasa inggris. Biasanya score yg diminta untuk IELTS yaitu 6.5 dan TOEFL yaitu 80
Namun, tidak semua negara mewajibkan sertifikat bahasa sebagai syarat masuk kuliah, melainkan kamu cukup menguasai bahasa utama negara tersebut. Misalnya Jepang, Korea, Cina, Jerman, Prancis. Jika kamu belum menguasai, sebaiknya mengikuti kursus bahasa asing sesuai negara tujuan. Tentunya ini membutuhkan biaya lebih karena harus menjalani kursus.
2. Surat Rekomendasi
Syarat selanjutnya yang perlu kamu persiapkan adalah surat rekomendasi dari universitas sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan magister atau doktor. Universitas tujuan memanfaatkan surat rekomendasi ini untuk dasar verifikasi data calon mahasiswa jika lolos seleksi.
3. Visa
Sama halnya seperti paspor, visa juga menjadi syarat kuliah di luar yang harus kamu penuhi setelah mendapatkan letter of acceptance. Karena tanpa surat undangan dari universitas, kamu akan terhambat membuat visa. Sebab, pihak kedutaan kesulitan untuk memvalidasi aplikasi pembuatan visa. Hal ini cukup rumit karena dokumen yang harus dilengkapi terkadang mengalami kendala.
Melihat banyaknya peminat belajar ke luar negeri, kali ini kamu mungkin bisa mencoba format pembelajaran hybrid yang ditawarkan dalam Program Master Sampoerna University, bekerjasama dengan Thunderbird School of Global Management, Arizona State University (ASU).
Melalui program ini mahasiswa dapat belajar langsung dari para ahli Arizona State University sambil menggabungkan wawasan global dengan relevansi lokal, sehingga memudahkan mereka untuk menyelesaikan studi dengan jadwal dan tujuan karir mereka.
Program inovatif ini menggabungkan standar pendidikan Indonesia dan Amerika yang dapat meningkatkan prospek karier dan peluang global melalui dua gelar Magister dari Sampoerna University maupun Thunderbird, Arizona State University.
Tidak perlu ke luar negeri, pendidikan yang kamu dapatkan akan setara dan tentunya lebih terjamin karena metode kuliah yang berbeda dari kampus dalam negeri, sehingga memungkinkan untuk dapat berkembang secara global.
Program Master Sampoerna University akan dimulai pada bulan Oktober 2025 mendatang, dengan proses penerimaan yang sudah dimulai pada pertengahan Januari 2025 lalu. Calon mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri dalam program ini harus melengkapi beberapa persyaratan seperti transkrip nilai S1 (salinan resmi), ijazah kelulusan S1 (salinan resmi), kartu identitas yang sah (KTP atau paspor), resume/CV, surat rekomendasi, dan hasil tes IELTS (skor minimum 6.5).



