
Komisi Pemilihan Umum (KPU) diimbau melibatkan para pakar teknologi informasi (TI) buat menjaga keamanan penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada November 2024 mendatang.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di KPU, bukan hanya dalam hal kemampuan menggunakan sistem, tetapi juga keahlian dalam memberikan proteksi berlapis serta meningkatkan performa Sirekap secara berkelanjutan.
Sebab hanya orang-orang yang mampu dan mempunyai kepakaran atau skill di bidang IT yang menjaga keamanan sistem tersebut, jadi harus dilibatkan untuk bekerja sama membantu mengamankan sistem itu.
Selain itu, Ujang mengingatkan ketepatan data ditampilkan oleh Sirekap harus dijaga dengan baik supaya tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI, Idham Holik, mengungkapkan Sirekap akan kembali digunakan dalam Pilkada 2024. Ia menjelaskan KPU bersama dengan pengembang telah melakukan berbagai perbaikan signifikan dari sisi sistem komputasi. KPU juga telah melakukan simulasi penggunaan Sirekap di dua lokasi, yakni Kota Depok, Jawa Barat, dan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan hasil tingkat akurasi mencapai lebih dari 99 persen.



