
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden RI terkait Badan Gizi Nasional (BGN). Dia menjelaskan, keberadaan BGN sangat strategis dalam mendukung di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Tugas itu, sambung dia, menuntut komitmen yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.
Dalam menjalankan tugas harian, kata Prasetyo, Presiden RI selalu melakukan monitoring dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kabinet, khususnya pimpinan BGN. Menurut dia, pimpinan BGN yang menjalankan program utama Presiden RI harus diganti.
Menurut Prasetyo, Presiden RI selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak dari kementerian terkait maupun dari masyarakat, termasuk dari penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh BGN. Berkenaan dengan hal tersebut, selama sekitar 1,5 tahun maka RI 1 memutuskan pergantian pucuk pimpinan BGN.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo melakukan pergantian pimpinan BGN, yaitu Dadan Hindayana sebagai kepala BGN. Letjen (Purn) Lodewijk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sandjaya pun ikut dicopot dari posisi Wakil Kepala BGN.
Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Prasetyo melanjutkan, RI 1 juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai Wakil BGN baru.
Dia pun berpesan agar tiga pimpinan BGN yang baru itu bisa memastikan seluruh progam MBG bisa tetap berjalan dengan sebaik-baiknya. Prasetyo mengakui, ada berbagai catatan yang menjadi pertimbangan RI 1 dalam melakukan pergantian pucuk BGN.
Dia menambahkan, pemerintah RI terus melakukan evaluasi terhadap semua proses dan program BGN. Tujuannya agar BGN bisa bekerja sebagaimana mestinya. Selain itu, Prasetyo menegaskan, pergantian pucuk pimpinan BGN tak akan mengganggu program MBG.
Adapun dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) malam WIB tersebut, Prasetyo didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.



