
Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan perputaran uang dari program program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke para petani hingga peternak mencapai Rp 600 miliar per hari. Dampak ini paling dirasakan para petani, peternak, dan pembudidaya ikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan, program MBG menggerakkan ekonomi di pedesaan. Sebab, permintaan komoditas pertanian jadi meningkat. Adapun total kebutuhan beras untuk program MBG mencapai 360 ribu ton pada 2025, nilainya mencapai Rp 5,16 triliun.
Seiring dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebutuhan beras untuk program MBG tahun ini juga ikut naik menjadi 1,99 juta ton dengan nilai sekitar Rp 30,6 triliun.
Belum lagi produk-produk pertanian lainnya. Misalnya telur ayam, kebutuhan untuk program MBG pada 2026 mencapai 1,37 juta ton dengan nilai Rp 4,45 triliun.
Kebutuhan daging ayam mencapai sebesar 990 ribu ton senilai Rp 41 triliun di 2026. Permintaan sayuran untuk MBG pada 2026 sebesar 2,48 juta ton dengan nilai Rp 9,92 triliun. Adapun kebutuhan buah-buahan untuk MBG pada 2026 mencapai 2,5 juta ton dengan nilai Rp 22,5 triliun.
Efek pengganda program MBG sangat besar untuk para petani serta peternak. Kesejahteraan petani pun meningkat. Terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 125,45 pada Februari 2026. Tertinggi sepanjang sejarah.
Kemiskinan dan kesenjangan di pedesaan pun menurun berkat peningkatan kesejahteraan petani. Menurut data BPS, rasio gini pada September 2025 sebesar 0,295. Terendah dalam beberapa tahun terakhir.



