
Kasus Covid-19 di Singapura naik drastis dengan temuan 14 ribu kasus dalam sepekan atau pada 27 April hingga 3 Mei 2025.
Merespons kondisi negara tetangga, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Aji Muhawarman menuturkan, di dalam negeri kasus Covid-19 tercatat aman terkendali.
Sejak dinyatakan endemik kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun. Sepanjang tahun 2025, ada 138 kasus konfirmasi dengan nihil kematian.
Melalui Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, pihaknya mengimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Diantaranya, selalu cuci tangan, memakai masker apabila mengalami gejala (batuk/pilek), termasuk kelompok rentan (memiliki komorbid/lansia), dan berada di area kerumunan, istirahat yang cukup. Warga juga diimbau menunda bepergian/perjalanan jika sakit.
Jika bepergian ke Singapura, disarankan melaksanakan protokol kesehatan sesuai angka serta mengikuti himbauan protokol kesehatan dari MoH Singapura;
Masyarakat diminta segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek pasca kepulangan dari Singapura, berlaku hingga 14 hari.
Seperti diketaui, otoritas kesehatan Singapura sedang memantau peningkatan jumlah kasus Covid-19 baru-baru ini di negara itu.
Sebelumnya, Pemerintah Singapura sudah memprediksi akan datangnya gelombang infeksi berkala yang terjadi sepanjang tahun.
Saat ini, varian utama Covid-19 yang beredar di Singapura adalah LF.7 dan NB.1.8, yang mencakup lebih dari dua pertiga kasus yang disekuens di dalam negeri.
Kedua varian tersebut merupakan turunan dari varian JN.1, yang juga merupakan varian yang digunakan dalam formulasi vaksin Covid-19 saat ini.
Para dokter mengatakan salah satu alasan utama meningkatnya jumlah kasus adalah melemahnya imunitas karena tingkat penerimaan vaksin booster yang menurun.



